Hamil pertama dan Kuret

Hallo moms..

Kenalin namaku Yohana Avelia, aku 26 tahun sekarang..
Ceritaku dimulai dari setelah aku menikah dengan pacar tercintaku yang telah 6 tahun bersama (meskipun putus nyambung yah.. wkkwkw). Kami diberkati untuk menikah tanggal 7 April 2018..
Lalu kami tinggal berdua saja di Kota Wisata Batu.. ^^

Sebulan setelah menikah aku telat datang bulan 7 hari dan langsung aku cek dan ternyata positiffff hamil and ga samarr.. bahagianya kamiii.. :)
Kami langsung menjadwalkan kontrol di salah satu dokter di RS Swasta di Kota Batu.. namun janin masih blm terlihat, jadi kami diminta untuk balik kontrol sebulan lagi... Then sebulan setelahnya kami dateng ke dokter tersebut, anehnya masih belum terihat juga.. jadi dokter minta aku untuk banyak minum sampai kebelet buang air kecil dan nanti bakal di USG lagi.. hmm.. stelah itu baru terlihat kantong kandungannya.. bahagia rasanya hehe..

Tak lama setelah itu aku diterima bekerja jadi marketing salah satu hotel dan resort, karna ga pernah tau gimana kerjaan marketing hotel jadinya oke deh aku coba.. enak sih kerja bagai rekreasi.. syurgaaaaa.. but waktu itu menyambut lebaran jadi agak ribeeet dan banyak kerjaan.. terus aku kudu bolak balik pulang kampung supaya bisa lebaran bareng keluarga (1 jam doang perjalanannya) .. Yang aku rasa akunya biasa aja, gak capek dan ga ada keluhan..

Setelah perjalanan dari kampung halaman, aku baru sadar ternyata ada keluar flek :(
Aku baca-baca online dan belajar lagi tentang flek pada wanita hamil, ada yang bilang wajar dan ada juga yang bilang berbahaya.. jadi aku dan suami memutuskan untuk kontrol ke dokter.. Dokterku saat itu memang kurang komunikasi jadi dibilang aku harus bedrest dan diberi obat penguat.. so.. aku pun bedrest 1 hari..  karena ga tau kalau flek pada wanita hamil sangat berbahaya, bahkan harusnya ga boleh sama sekali..

3 hari berlalu,, yang awalnya hanya flek lama kelamaan jadi darah dan ada gumpalan-gumpalan seperti orang menstruasi.. and aku harus pakai pembalut.. aku dan suami panik kemudian memutuskan untuk kontrol ke dokter lain, sayangnya waktu itu karna stelah lebaran jadi banyak dokter di Batu dan Malang yang cuti..Akhirnya aku nemu satu dokter spog yang masih praktek di RS Hermina Tangkubanperahu Malang, aku daftar dan langsung siap-siap untuk beragkat.
Rasa sakit sudah terasa dan darah mengalir banyak.. tapi kami masih berfikir positif bahwa janin kami baik-baik saja.. Sesampainya di RS Hermina kami daftar di lantai 1 sebagai pasien umum karna waktu itu BPJS saya belum jadi hehe,, kemudian kami diarahkan ke lantai 2 untuk menunggu diperiksa oleh salah satu dokter tsb. Sesampainya di lantai 2 saya menunggu sebentar dan dipanggil perawat untuk diperiksa BB dan tekanan darah serta ditanya keluhan.. aku pun bilang kalau pendarahan.. setelah diperiksa perawat aku merasa pembalut penuh sekali jadi aku minta suami untuk membelikan pembalut. Waktu itu benar-benar sakit perutku, mules 10000 kali lipat dari mules biasa dan akhirnya suami datang bawa pembalut tapi waktu berdiri aku benar-benar lemas dan darah keluar banyak sampai ngrembes di kursi pasien waktu itu. Suami pun sigap memanggil perawat dan aku dibawa ke ruang bersalin, diminta berbaring dan dilakukan pemeriksaan dalam oleh seorang bidan. Saat itu aku sudah tau kalau aku keguguran namun tak kuasa untuk memberi tahu suami karna kelihatan raut wajah yang sedih sekali.. kemudian saya dipasang infus dan dokter datang untuk USG dan bilang kalau aku keguguran dan masih ada sisa di dalam kandungan, beliau bilang kalau diambil dengan tangan bisa tidak usah kuret tapi kalau tidak bisa jadi harus di kuret. Aku pun pasrah sekali... Dan dokter memanggil suami untuk diberitahu keadaanku, kalau janin tidak bisa bertahan dan sudah keguguran namun masih ada sisa yang nempel dan harus di kuret. Karena kalau tidak di kuret akan tetap sakit tak tertahankan.. Suami pun pasrah dan berharap yang terbaik untukku.

Ga berapa lama aku di bius total dan dipindahkan ke ruang operasi.. tiba tiba gelappp dan aku tidak ingat apa-apa.. yang aku inget waktu itu pukul 9 malem.. dan operasi selesai sekitar pukul 11 malem,, aku pun tersadar dan merasakan kesakitan luar biasa di perut, aku sadar dan membuka mata.. Syukur suami selalu ada disampingku, mendukung, memegang tangan dan menemaniku..
Pukul 3 pagi kami sudah diperbolehkan pulang, aku sudah pulih namun masih lemas dan sakit di bagian perut.. saya bedrest selama 10 hari dan diberi beberapa obat oleh dokter..

Setelah 10 hari saya kembali bekerja dan beraktifitas.. sebulan kemudian kami kontrol dan mengambil hasil lab dari hasil kuretnya.. dan dokter menyatakan tidak ada keganasan atau penyakit lain. dan dinyatakan rahim sudah membaik, namun tidak boleh program dulu sampai 3 bulan atau 3 kali siklus menstruasi agar rahim benar-benar siap ..

Itu cerita sedihku.. namun aku dan suami masih bersyukur karena aku masih diberi kesehatan..
Setelah 3 kali siklus mens nanti kami siap untuk mencoba lagi :)



Comments